Jakarta (KABARIN) - Di kawasan perkotaan, bersepeda di jalan raya telah lama menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari masyarakat baik sebagai sarana olahraga maupun alternatif transportasi harian.
Meskipun di sejumlah kota telah tersedia jalur khusus sepeda, pada kenyataannya pesepeda masih harus berbagi ruang dengan pengguna jalan lain yang tidak disiplin. Tidak mengesampingkan pula berbagai rintangan lalu lintas lainnya.
Kondisi tersebut menuntut pesepeda untuk selalu waspada dan berhati-hati demi menjaga keselamatan selama di jalan. Oleh karena itu, terdapat sejumlah hal penting yang patut diperhatikan saat bersepeda di jalan raya.
Berikut enam tips aman bersepeda di jalan raya yang telah ANTARA rangkum.
1. Memakai atribut bersepeda
Saat bersepeda, pastikan telah mengenakan perlengkapan keselamatan yang diperlukan seperti helm, pelindung siku dan lutut, serta sarung tangan.
Berbagai atribut tersebut berguna dalam menjaga keselamatan pesepeda dan meminimalkan risiko cedera apabila terjadi insiden di jalan. Pastikan pula seluruh perlengkapan yang digunakan telah memenuhi dengan Standar Nasional Indonesia (SNI).
Siapkan pula atribut pendukung yang akan dibutuhkan selama bersepeda seperti tas dan botol minum. Bawa juga jas hujan serta pelindung smartphone, terutama saat bersepeda di musim hujan.
Tak kalah penting, gunakan pakaian yang nyaman, mampu menyerap keringat, dan berwarna cerah, serta memiliki permukaan yang reflektif.
Warna cerah dan permukaan reflektif akan membantu pesepeda lebih mudah terlihat oleh pengguna jalan lain, khususnya saat malam hari dan cuaca sedang berkabut.
2. Gunakan lajur sepeda
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, sejumlah kota kini telah menyediakan jalur sepeda yang dirancang khusus untuk menunjang keamanan dan kenyamanan para pesepeda.
Oleh karena itu, pesepeda sebaiknya memanfaatkan fasilitas tersebut secara optimal dan menghindari menggunakan jalan utama yang padat kendaraan, kecuali jika memang diperlukan.
Di sisi lain, pengendara kendaraan lain diimbau untuk tidak melintasi jalur sepeda agar fungsinya tetap terjaga. Kepatuhan dan kedisiplinan seluruh pengguna jalan terhadap aturan ini menjadi kunci terciptanya lalu lintas yang tertib, aman, dan saling menghormati demi menjaga keselamatan bersama.
3. Patuhi rambu-rambu lalu lintas
rambu-rambu lalu lintas berlaku bagi seluruh pengguna jalan tanpa pengecualian, termasuk pesepeda.
Oleh karena itu, bagi yang belum familier, penting untuk mempelajari dan memahami setiap rambu lalu lintas dan marka jalan yang ada.
Selama bersepeda, hindari menyalip secara sembarangan dan menggunakan trotoar atau bahu jalan yang tidak seharusnya digunakan. Selain itu, pesepeda juga perlu mengutamakan pejalan kaki terlebih dahulu saat melintas di area yang sama.
4. Perhatikan batas kecepatan
Meskipun pada umumnya tidak ada peraturan mengenai batas kecepatan bagi sepeda, tetap penting untuk mengendalikan laju sepeda agar tidak terlalu cepat, terkhusus saat melintasi area yang ramai atau memiliki banyak tikungan.
Dengan menjaga laju kecepatan, pesepeda dapat lebih waspada terhadap sekitar dan meminimalkan risiko kecelakaan.
5. Hindari menggunakan earphone
Saat berkendara baik menggunakan motor atau sepeda, hindari menggunakan earphone atau perangkat lain yang berpotensi mengganggu konsentrasi.
Tetap jaga kewaspadaan dan fokus pada kondisi jalan dan lingkungan sekitar agar mampu mengantisipasi potensi bahaya seperti lubang atau permukaan jalan yang tidak rata.
6. Beri aba-aba
Tidak seperti kendaraan lainnya, sepeda tidak dilengkapi lampu penanda arah. Oleh karena itu, pesepeda perlu menggunakan aba-aba isyarat tangan saat ingin berbelok atau berpindah jalur.
Contohnya, ketika ingin berbelok ke kiri, pastikan untuk mengangkat tangan kiri setinggi baju untuk memberi sinyal kepada kendaraan di belakang.
Dengan menerapkan berbagai tips di atas, pesepeda dapat berkendara dengan lebih aman, percaya diri, dan leluasa saat bermanuver di jalan.
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026